Sabtu, 28 Januari 2012

TEATER RUMAH MATA


I.             SEPUTAR TEATER RUMAH MATA
Dari rahim gelisah,  Teater Rumah Mata lahir. Teater Rumah Mata adalah metamorfosa Teater Lentera STIKP Medan pada tahun 2003 didirikan Agus Susilo, Yusra Lubis, Sri Wanna Sari, Iziet dan Suri. Di Teater Lentera STIKP Medan, mereka adalah kubu yang menghendaki teater bergerak di luar kampus. Sementara kubu yang lain tetap berada di kampus. Dalam proses menjadi teater professional, Teater Rumah Mata mengalami jatuh bangun dan regenerasi anggota.
Tahun 2003, Teater Rumah Mata mementaskan Naskah Monolog Pohon Tanpa Daun, Karya: Agus Susilo, Sutradara: (Alm). Monos RA di Taman Budaya Medan. Tahun 2004, Teater Rumah Mata mementaskan Naskah Drama Metamorfosa Darah Aurat, karya/sutradara: Agus Susilo, aktor: Yusra Lubis, Sri Wanna Sari, Iziet, Sidratul Muntaha, dan Tetty Astuti di Taman Budaya Medan.   Di tengah proses kreatif yang monoton, Teater Rumah Mata merangkak dan berusaha tegak. Namun apa lacur, baru dua kali mentas kami digilas virus kesenian.
Tahun 2005, kami menarik diri dari blundernya proses kreatif teater. Bukan berarti mati! Kami menggali instropeksi. Pada proses selanjutnya Teater Rumah Mata lebih memilih bergerak di daerah pinggiran kota Medan dengan fokus membentuk kader-kader sejak usia dini. Selama lima tahun Teater Rumah Mata ‘puasa’ dari hangar bingar dinamika kesenian di panggung teater Sumatera Utara.
Hiruk pikuk kesemrawutan negeri ini yang gila popularitas membuang kualitas. Kedaulatan bangsa kita biarkan diremas-remas. Bencana yang bertubi-tubi memberi dampak psikososial terhadap masyarakat Indonesia. Wajah buram negeri terlukis getir di nurani.
Kami melakukan inovasi interpretasi terhadap teater. Interpretasi itu kemudian menjadi Fundamen Teater Rumah Mata:
TEATER MERUPAKAN MEDITASI KRITIS TERHADAP DINAMIKA MULTIDIMENSI KEBUDAYAAN YANG BERDIALEKTIKA MENEMBUS RUANG DAN WAKTU DENGAN IDEOLOGI PENCERAHAN YANG AVANT GARDE, REVOLUSIONER, MEMBUMI DAN TRANSENDEN.
 Akhirnya di 2010, Teater Rumah Mata lahir kembali menjemput jiwa-jiwa yang resah.  Mementaskan naskah Embun di Daun Kering, karya/sutradara: Agus Susilo di Taman Budaya Medan. Mementaskan Uji coba naskah monolog AYUN, karya/sutradara: Agus Susilo, aktor: Sidratul Muntaha di Taman Budaya Medan. Tahun 2011, Teater Rumah Mata mengikuti program KALA SUMATERA II dan mementaskan naskah Jendela-Jendela, karya: Sakinah Annisa Mariz, sutradara: Sidratul Muntaha, aktor: Agus Susilo, Ayu Lestari dan Sidratul Muntaha di Lampung dan Jakarta.
Mengutip ungkapan sesepuh teater modern Indonesia (Alm. WS Rendra); Perjuangan adalah perwujudan kata-kata. Maka, kami tidak ingin banyak berkata, melainkan banyak berkarya!



Seni Rupa
1. Yanal Desmond
2. Adie Damanik
3. Gery Paulandika
4. Benheri Gultom
5. Renjaya Siahaan
6. Hendra Siahaan
7. Teguh
8. Bagus Pribadi

Teater
1. Teater Rumah Mata
2. Komunitas Inner [Jambi]
3. Ane Soelman

Tari
1. Faisal “ Kencol “
2. T Haris Fadillah
3. Khdizah [Aceh]
4. Sutan Alamanda M,Sn [Pekanbaru]

Musik
1. Ade Jabal
2. De Tradisi
3. Welly Simbolon
4. The Robert Moog Computer Studio
5. Kolegium Musikum
6. [10 Pengisi dari UNIMED]

Sastra

Guest Star : 1. Performance Art Sahala

Kamis, 26 Januari 2012


Air In Arts  Community
Sekretariat/ Studio : Jln Perintis Kemerdekaan No 33 Medan 20235

KETERANGAN
MCAF 2012 ini terbuka untuk pekarya dari Medan dan  luar Medan  (    Khusus Generasi Muda )

Sekilas Tentang
Medan Contemporary Art Festival II

Perkembangan Seni  saat ini telah mengalami perjalanan yang sangat panjang. Perjalanan yang diwarnai aneka ragam pergeseran serta perubahan para seniman yg terus berproses dan bergulat dengan penciptaan karyanya, yang umumnya menawarkan inovasi baru. Karya kontemprore misalnya yang berorientasi pada nilai – nilai tradisi merupakan indikasi bahwa seni tradisi tidak mengalami stagnasi. Pelestarian yang dilakukan adalah wujud kebanggaan dan penghormatan terhadap warisan leluhur. Semangat yang boleh jadi akan tetap mengarah pada pengaktualisasian nuansa tradisi, hingga kearah kebebasan berekspresi sebagai tolak ukur kekuatan kreatifitas individu sering muncul karena menolak kovensi atau tradisi yang ada, karya seni baru rujuk kembali dan memanfaatkan elemen – elemen tertentu pada  tradisi yang ditolaknya. Perkembangan dunia kesenian semakin melesat di luar kota ini,dimana mereka menawarkan intensitas dan pemikiran –pemikiran. Jadi, “ Medan Contemporary Festival II “ sebagai wadah apresiasi bagi generasi muda di sumatera utara ataupun di luar provinsi ini  dan merupakan program dari Air In Arts yang memiliki  komitmen dalam berkesenian. Untuk mengembangkan dan melestarikan seni  melalui karya-karya baru yang inovatif.

Tema MCAF II : URBAN ART


 Pendaftaran dibuka mulai 01 Januari 2012 – 28 Januari 2012 ( khusus        Medan )
Luar  Medan 28 Januari 2012

Setiap pekarya mengirim, dengan lampiran sebagai berikut :
a. Formulir Pendaftaran lengkap
b. Konsep pekarya / sinopsis pekarya
c. Foto pekarya
d. Durasi karya 7 – 15 menit
e. Kebutuhan lain yang harus di siapkan di Medan [khusus pekarya diluar Medan]

   Fasilitas Yang Disiapkan Panitia :
  1.  Pekarya domisili di Medan, penyelenggara dapat menyediakan :
          a.  Konsumsi selama 2 hari
          b.  Sound & Lighting System
          c.  Panggung (proscenium,  6 X 8meter dan arena 4 X 5meter(out dor) )
          d.Khusus  Pekarya Medan, kita akan mengadakan :
                 1.     Observasi Kota [4-5 February 2012] [sesuai dengan Tema ]
                  2.     Apresiasi Karya  pada tanggal 15  April 2012 di Sanggar Tari Taman Budaya SUMUT  Pukul 19.30 Wib, Karya yang akan dibawakan Pada Event “ Medan Contemporary Arts Festival II “
          e. Panitia pelaksana akan membantu  biaya produksi yang nantinya dibicarakan kedua belah pihak.


     Bagi Pekarya di luar Medan, penyelenggara dapat menyediakan :
      - Akomodasi selama 3 hari di Medan
      - Lokal transportasi 
      - Sound & Lighting System
    - Panggung (proscenium,  6 X 8meter dan arena 4 X 5meter(out dor) )
    - Maksimal Jumlah Kontingen 3 orang


MCAF 2012 akan mencakup kegiatan-kegiatan berikut :
   - Tari kontemporer
   - Musik kontemporer
   - Rupa kontemporer [ khusus buat pameran ini akan dimulai tanggal 4 Mei 2012]
   - Teater Kontemporer
 - Sastra Kontemporer
 - Diskusi
 - Pemutaran Video Comtemporary


Tempat Pertunjukan :
- Lapangan Parkir Taman budaya Sumatera Utara ( Out Door )
- Waktu 10-12 Mei  2012



Sekretariat :
Sekretariat Air In Art Di belakang Sanggar Tari
Jl. Perintis kemerdekaan, Taman Budaya 2035 Medan Sumatera Utara
Mobile phone: 081361257934[Ojax Manalu].081260660981 [Ijal White] Email : ojax_manalu@yahoo.com


Rancangan TIM PRODUKSI [Tahap Konfirmasi]
“ Pekarya SUMUT Bicara 2012 “
Pembina                                              : Kepala Taman Budaya Sumatera Utara
                                                              Herwin Kampusi      


Konsultan                                            : Thompson Hs
                                                              M. Suwarsono S.Sn
                                                              Yulhasni
                                                              Mukhlis Hasbullah M.Si
                                                              Dillinar Adlin M.Pd
                                                              Panji Suroso M.Pd
                                                              Agung Suharyanto S.Sn
                                                              Asmadi S.Pd
                                                              Idris Pasaribu
                                                              Hasan Al Banna
                                                              Togu Sinambela
                                                              Darma Lubis



Pimpinan Produksi                              : M. Andrian Manalu [Ojax Manalu]
Wakil Pimpinan Produksi Musik        : Brevin Tarigan
Wakil Pimpinan Produksi Teater        : Agung
Wakil Pimpinan Produksi Tari            : Syafrizal
Wakil Pimpinan Produksi Sastra         :
Wakil Pimpinan Produksi Rupa          : Yanal Zendrato
Wakil Pimpinan Produksi Film           :
Sekretaris                                            : Jhon Fawer Siahaan
Sekretariat                                           : Nofriandi
Bendahara                                           : Sidratulah Muntaha
Disgn Grafis                                        : Ade Jabal
Tim Pengalang Dana                           : M. Faisal Harahap
                                                              Daniel Tambun
                                                              Mega Sihombing
Tim Artistik                                         : Adie Damanik
                                                              Ulup
                                                              Budi Utomo
Publikasi                                              : Jones Gultom
                                                              Agus Susilo
Dokumentasi                                       :
Koordinator Usher                              : Tommy Azis
Usher                                                   :

kegiatan PEKARYA SUMUT BICARA BULAN FEBRUARI


One Love For Culture..tema yg akan di angkat dalam konser De Tradisi di Taman Budaya 24 feb 2012..Ritual & Musical from Sinabung,karya puncak dalam konser ini.29 agustus 2010,Sinabung yg slama ini tenang tiba2 mengejutkan semua penduduk Karo,Gunung yg slama ini diam tiba2 seakan memberi pesan pada semua element masyarakat.pada umumnya letusan itu merupakan suatu bencana buat masyarakat Karo,akan tetapi Kami sekumpulan anak muda yg tergabung dalam De Tradisi menganggap itu suatu berkah. Massage From Sinabung,suatu pesan untuk semua masyarakat untuk lebih menghargai alam,budaya.sedikit letusan saja sudah membuat Karo kini dikenal ke seluruh pelosok Nusantara bahkan Dunia,dari sana muncullah ide untuk membuat suatu komposisi Musik "Ritual and Musical from Sinabung",kiranya pesan moral Sinabung bisa terus terjaga walau kini Dia sudah tenang 

Menampilkan De TradisiGuest Star :Solfegio choirIrwansyah M.snHotma .G. Aritonang S.pdPenata Artisik:Adi Damanik

Di dukung oleh komunitas AIR IN ARTS dan komunitas pengisi "Pekarya SUMUT Bicara 2012

dapatkan undanganya !!!HTM Undangan:[pelajar] Rp 10.000,- [Umum festival] Rp 10.000,- s/d RP 20.000,- [Umum VIP] Rp 50.000,- s/d Rp 100.000,-.

Pertunjukan Pelajar ;pukul 15.00 wib s/d 16.30 wibPertunjukan Umum ;pukul 19.30 wib s/d 21.30 wib

Kontak Person : 082267098191 [ganden], 081361257934 [ojax manalu], 085762655111 [brevin Tarigan]

Atas Perhatiannya kami ucapkan Terima Kasih,Mejuah-juah.Horas,Njuah-juah,Yahoii,Ahoii!!!

"PEKARYA SUMUT BICARA 2012"(revisi)


airinarts.blogspot.com

“ Pekarya Sumut Bicara 2012 “
Sekapur Sirih
Pertunjukan kesenian di Medan dan Sumatera Utara terus mempersembahkan karya – karya yang terinsipirasi dari berbagai hal seperti berpijak pada akar budaya, instalasi kota, hiruk – pikuk politik ataupun kemanusian. Itu semua kami persembahkan pada tahun 2012. Tahun 2012 berbicara lewat Pertunjukan Tari Tradisional, Tari Modern, Tari Contemporary,   Teater Modern,  Teater Rakyat,  Sastra, Musik Tradisional ,  World Musik, Pameran Seni Rupa, Pameran Instalasi, Workshop, Diskusi yg kami namai Warung Diskusi Bersama dan juga Pemutaran Film dalam pertunjukan tunggal atau festival. Mari datang ke Kota Medan dan Sumatera Utara.

Jadwal Events

BULAN FEBRUARY

  1. OBSERVASI KOTA
04 – 05 February 2012
Dimulai pukul 08.00 Wib sampai 07.00 Wib
Tempat : Kota Medan
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu], 081396813204 [Sidra]
Keterangan : Tema Urban Art
Event ini diprioritaskan kepada pekarya Medan Contemporary Arts Festival sebagai upaya mengadaptasi ruang – ruang social di kota Medan yang nantinya dipertunjukan dalam pementasan pada tanggal 10-12 Mei 2012.

  1. KONSER DE TRADISI  “ONE LOVE FOR CULTURE”
24 February 2012
Pertunjukan Pertama   : 15.00 wib s/d 14.30 wib [ Class Pelajar ]
Pertunjukan Kedua     : 19.30 wib s/d 21.30 wib [ Class Umum ]
Guest Star : Solfigeo Choir, Irwansyah M.Pd, Gomgom Aritonang
 Gedung Utama Taman Budaya Sumatera Utara
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu], 085762655111 [Brevin Tarigan]

Sinopsis: Sebuah Pertunjukan yang yang diaplikasi anak – anak muda yang mencintai kebudayaan  melaui media musik, tari dan artistik (dekorasi ). Mengangkat sebuah kearifan lokal yang tak semua anak – anak muda sebagai generasi penerus peduli akan itu. “ One Love For Culture “ Sinabung ( Karo ) dan wilayah dataran tinggi lainnya yang ada di Sumatera Utara memberikan banyak hal, baik itu Keindahannya, Sense Indivindual dan mistis – mistis yang [percaya atau tidak percaya ] mempunyai daya tarik tersendiri. Setiap dataran tinggi itu mempunyai cerita yang diceritakan leluhur kita pada anda- anda sekalian.. Melalui alam yang dari dulu selalu dekat dengan kita





BULAN MARET

  1. “ WARUNG DISKUSI BERSAMA “
02 Maret 2012
Pukul 15.00 Wib s/d 18.00 Wib
Ruangan Pameran Taman Budaya Sumatera
Jl Perintis Kemerdekaan No 33 Medan
Kontak Person : : 081361257934 [Ojax Manalu], 081396813204 [Sidra]
Tema Diskusi : “ De Tradisi Lewat Karya Tradisi “
Narasumber :

  1. Teater Rumah Mata, Monolog “ AYUN “
Pada Jum’at-Sabtu/ 9-10 Maret 2012 di Taman Budaya Medan, pukul: 15.30 dan 20.00 wib.
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu], 081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden]
Karya: Agus Susilo
Aktor: Sidratul Muntaha
Sinopsis:
            Pernikahannya diusik oleh pikirannya sendiri. Keyakinan dan kebimbangan silih berganti memburunya. Hasil pernikahan yang disimboliskan dengan bayi-bayi diayun dalam ayunan melahirkan kebahagiaan sekaligus kecemasan. Kondisi psikisnya semakin menggelinjang ketika masa lalu, masa depan dan masa kini bertubrukan di pikirannya. Di satu sisi ia kecewa dengan hasil pernikahannya. Di  sisi lain ia bahagia dengan keberaniannya memutuskan menikah. Ia terombang-ambing dengan konswekensi perbuatannya.
            Begitu cintanya ia terhadap sang suami hingga rela meleburkan seluruh tubuhnya dalam alam pikiran suaminya. Walau karena cita-cita sang suami pergi meninggalkannya. Ia tetap setia pada janji pernikahan. Ia tetap yakin kalau pernikahan itu akan mendatangkan masa depan yang gemilang. Walau ribuan penderitaan menyusup ke setiap sel tubuhnya.
            Tokoh perempuan terus maju mengejar  cita-cita.Ia korbankan seluruhnya. Kepala jadi kaki, kaki jadi kepala. Tubuhnya membelit dirinya. Ia kelabakan mengontrol imajinya. Bayi-bayi pun terus bergerak hendak melompat dari ayunan. Ia tetap berjuang mengejar cita-citanya; menjadi orang Indonesia Tulen.
            Dalam ada dan tiadanya, tokoh perempuan ini menemukan nyala dibalik masa. Nyala yang meneguhkan. Nyala yang membuat ia melangkah dengan kepala tegak menatap masa. Nyala yang menyatukan pikiran dan tubuhnya.




  1. PERTUNJUKAN OPERA BATAK “ MENCARI SIJONAHA “
24 Maret 2012
Pertunjukan Pertama   : 15.00 wib s/d 14.30 wib [ Class Pelajar ]
Pertunjukan Kedua     : 19.30 wib s/d 21.30 wib [ Class Umum ]
Aula Universitas Nommensen Pematangsiantar
Jalan : Sangnawaluh No   Pematangsiantar
Dipersembahkan oleh : Pusat Latihan Opera Batak [PLOt] Pematangsiantar
Kontak Person : 08126398337 [Andi Hutagalung], 085359453017 [Jhon Fawer Siahaan]

Sinopsis
Inang sudah lama bertanya-tanya ke mana arah kepergian Sijonaha. Namun setiap malam Inang hanya dapat melantunkan doding Simalungunya untuk melupakan rindu kepada anak angkatnya itu. Tapi terkadang Inang rindu juga mendengarkan kecapi Sijonaha dan berharap kembali dengan suara kecapi itu untuk kebersihan sawah dan ladangnya. Dia mencoba menceritakan diri Sijonaha ketika malam sudah mulai larut sambil meneruskan pekerjaannya membentuk keranjang bambu.
... Sewaktu pagi dua orang datang ke rumah Inang membawa kabar tentang Sijonaha. Inang dengan pakaian setengah dada terburu menyambut keduanya. Sambil menghempangkan tikar Inang terus bertanya-tanya atas kedatangan kedua orang itu. Satu berasal dari Siantar dan satu lagi berasal dari Medan. Rupanya mereka berdua mendengar kabar kematian Sijonaha dengan berbagai versi.
Kabar kematian Sijonaha membuat Inang bertambah sedih. Meskipun terkadang tidak yakin kalau Sijonaha sudah . Keduanya diminta untuk mencari Sijonaha. Inang memberikan ciri-ciri Sijonaha kalau mungkin masih hidup. Tapi kalau benar-benar sudah mati tempatnya dikubur harus ditemukan. Maka dalam pencarian kedua orang itu banyak hal ditemukan cerita tentang Sijonaha. Keduanya mencoba menyisir kemungkinan ke wilayah Simalungun dan perbatasan. Setelah mendengar ceritanya berkembang, mereka pergi juga ke Samosir dan terkecoh mengejar kabar Sijonaha berada di Sidikalang dan Kabanjahe. Orang-orang yang mereka temui ada mirip-miripnya dengan ciri dan perilaku Sijonaha. Lalu keduanya tanpa sadar berperilaku seperti Sijonaha sebelum menemukan yang asli, seorang penipu.

Pertunjukan ini juga akan dipentaskan di :
Lampung, 27- 31 Maret 2012
Jakarta, 2 April 2012
Bandung, 4 April 2012
Yogyakarta, 6 April 2012
Solo, 8 April 2012



BULAN APRIL

  1. TEATER RUMAH MATA, DRAMA ANAK  “ SUPER PANCA “
14 April 2012
Pukul : 15.00 Wib
Alamat : di Cengkeh Turi Binjai
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu], 081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden], 085359453017 [jhon fawer siahaan]

Episode: Para Balita Pemberani
Karya: Agus Susilo
Aktor: Devi Armaya Lestari, Siti Mashita Lubis, Nur. M. arif Bila, Miftahul Jannah, M. Hidayah nur Dinata, Mu’ammar arya Sandy, Nurul Eka syahfitri, Bella Vita ardana, Juniarni tri atika, Tasya popi dwi ananda, Siffa azzahra, Audya Zahara, Azkia Mahira putri, Reno Agustira, Sabili huda al-furqan, Tista rasya Octavia, sara wayuni, trya hasanah, Adam

Sinopsis:
            Ratu Pratala Pritili sebagai simbolisasi kekuatan asing bahagia karena hampir seluruh rencananya menguasai pikiran penduduk nusantara berhasil diwujudkan, terutama anak-anak. Namun dibalik kebahagiaannya itu ada hal yang membuatnya tidak bisa tidur nyenyak; kemunculan Super Panca. Akhirnya dia mengutus pasukannya untuk mencari Super Panca dan menghabisinya.
            Di suatu sekolah, murid-muridnya mengalami krisis karakter. Mereka tidak suka belajar Pancasila, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan memahami Sumpah Pemuda.
Hampir seluruh muridnya mogok belajar! Namun, masih ada seorang murid yang memiliki karakter kuat, yaitu Maysarah. Dia optimis ada harapan di masa depan untuk mengatasi krisis karakter penduduk Indonesi, terutama anak-anak.
            Benih-benih Super Panca muncul dari sebuah dusun yang jauh. Mereka masih balita. Pasukan Ratu Pratala Pritili gagal menculik mereka. Datuk Jenggot Putih dan Endatendut membawa mereka ke sekolah alam. Di sana para balita ini dididik menjadi manusia Indonesia..
            Pada akhirnya para balita ini memukul mundur pasukan Ratu Pratala Pritili. Ratu Pratala Pritili semakin bad mood dan pusing pusing pusing.



  1. PERTUNJUKAN TEATER TARI “ INOVASI 3 – 2012 “
Dipersembahkan oleh : ARS DANCE TEATER
20-21 April 2012
Pertunjukan Pertama 1 & 3     : 15.00 wib s/d 14.30 wib [ Class Pelajar ]
Pertunjukan Kedua 2 & 4       : 19.30 wib s/d 21.30 wib [ Class Umum ]
 Gedung Utama Taman Budaya Sumatera Utara
Kontak Person : 08126514957 [Ars] 081361257934 [ojax manalu]

Sinopsis

Sebagaimana di beberapa kota besar lain di Indonesia, Medan merupakan kota metropolitan di mana masyarkat urban menjadi salah satu elemen penting bagi pertumbuhan social dan budyayanya. Beragam kesenian sebagai bentuk ekspresi komunal masyarakat etnik maupun sub etnik yang tumbuh dan berkembang, merupakan sebuah potensi yang sangat luar biasa dari sisi keragaman kultural.
Keberlanjutan seni tari tradisi sebagai bentuk pewarisan kreativitas “masa lalu” berjalan seiring dengan perkembangan jaman. Namun di sisi lain, dunia kreiativitas “kekinian” di Medan bagai menyusuri lorong yang sunyi dan lenggang. Benarkah dinamika kreativitas tari di Medan tidak tumbuh? Pada kenyataannya menikmati pertunjukan atau aktivitas yang merujuk dan mengakomodir aspek kreativitas “kekinian” merupakan sebuah kemewahan.
Ars Dance Theatre mencoba dan memberikan ruang dan peluang apresiasi itu dengan menggelar kembali “INOVASI 3 - 2012”. Dalam pergelaran ini, Ars Dance Theatre akan menampilkan tiga karya tari inovatif, antara lain Kakikukakukepakulagi, “Nande” dan Ompu i yang ditampilkan dalam bentuk teater tari. Illustrasi musik digarap oleh Brevin Tarigan bersama kelompok D’Tradisi. Produksi pementasan ini secara serius akan ditangani oleh Ojak Manalu bersama kelompok Air in Art. 

3.      WARUNG DISKUSI BERSAMA “ Melirik Event Tari Di Medan “ Medan Annual Choregrafer Showcase 2012]
28 April 2012
Ruang Pameran Taman Budaya Sumatera Pukul 15.00 Wib
Narasumber : M Suwarsono S.Sn,




BULAN MEI 2012

  1. PEMBUKAAN  PAMERAN SENI RUPA (MEDAN CONTEMPORARY ARTS FESTIVAL II 2012)
5 Mei 2012
Ruang Pameran Taman Budaya Sumatera Utara
Pukul : 17.00 Wib s/d selesai

  1. MEDAN CONTEMPORARY ARTS FESTIVAL II 2012
10-12 Mei 2012
Tempat            : Arena Taman Budaya Sumatera Utara
Kontak Person : Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu], 081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden], 085359453017 [jhon siahaan]

Tema : Urban Art

Materi Kegiatan :
Gelar Karya
Parade Teater,Musik, Tari,Sastra,Rupa,Contemporaryi
WORKSHOP & DISKUSI
Menghadirkan Nara Sumber/Pakar/Pengamat/Kritikus Seni
 Membuka luas partisipasi aktif masyarakat, pelaku seni, pelajar dan mahasiswa.
FILM/DOKUMENTASI SENI
Pemutaran Film / Dokumentasi Pertunjukan Contemporary
  1. Teater Rumah Mata, Monolog “ DADA”
 Jum’at-Sabtu/ 18-19 Mei 2012
 di Taman Budaya Sumatera Utara
Pukul: 15.30 dan 20.00 wib
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu], 081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden], 085359453017 [jhon siahaan]

Karya: Agus Susilo
Aktor: Nuraini

Sinopsis:
Anak perempuan yang kebingungan melihat kondisi tubuhnya tidak ada perubahan padahal dia telah mengalami menstruasi. Sejauh yang dia ketahui dari ibu, nenek, paman, bibi dan kerabat lainnya bila perempuan telah menstruasi maka tubuhnya juga akan mengalami perubahan. Untuk menghilangkan rasa penasaran, ia pun memperhatikan dada emak, kakak, nenek, dan saudara-saudara perempuannya. Hal itu malah membuat rasa penasarannya semakin meningkat. Tak ada yang bisa memuaskan rasa ingin tahunya perihal dadanya yang tetap rata.
Dia kemudian melihat para selebritis dengan dada yang aneh di televisi. Dia kemudian melakukan berbagai macam cara agar dadanya dapat berubah seperti yang dimilki para selebritis tersebut. Seluruh informasi diubek-ubek olehnya. Dia menjadi perempuan aneh. Orang-orang yang melihatnya pun menganggap anak perempuan ini sudah sinting. Melihat kondisi ini anak perempuan itu pun kehilangan kendali. Dia mengumpat setiap dada. Dia menjadi minder.
 Dia stress.. Dia tidak mau menstruasi lagi.

  1. TEATER RUMAH MATA, DRAMA ANAK  “ SUPER PANCA “
31 Mei 2012
Pukul : 15.00 Wib
Sanggar Tari Taman Budaya Sumatera Utara
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu], 081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden], 085359453017 [jhon siahaan]

Episode: Para Balita Pemberani
Karya: Agus Susilo
Aktor: Devi Armaya Lestari, Siti Mashita Lubis, Nur. M. arif Bila, Miftahul Jannah, M. Hidayah nur Dinata, Mu’ammar arya Sandy, Nurul Eka syahfitri, Bella Vita ardana, Juniarni tri atika, Tasya popi dwi ananda, Siffa azzahra, Audya Zahara, Azkia Mahira putri, Reno Agustira, Sabili huda al-furqan, Tista rasya Octavia, sara wayuni, trya hasanah, Adam

Sinopsis:
            Ratu Pratala Pritili sebagai simbolisasi kekuatan asing bahagia karena hampir seluruh rencananya menguasai pikiran penduduk nusantara berhasil diwujudkan, terutama anak-anak. Namun dibalik kebahagiaannya itu ada hal yang membuatnya tidak bisa tidur nyenyak; kemunculan Super Panca. Akhirnya dia mengutus pasukannya untuk mencari Super Panca dan menghabisinya.
            Di suatu sekolah, murid-muridnya mengalami krisis karakter. Mereka tidak suka belajar Pancasila, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan memahami Sumpah Pemuda.
Hampir seluruh muridnya mogok belajar! Namun, masih ada seorang murid yang memiliki karakter kuat, yaitu Maysarah. Dia optimis ada harapan di masa depan untuk mengatasi krisis karakter penduduk Indonesi, terutama anak-anak.
            Benih-benih Super Panca muncul dari sebuah dusun yang jauh. Mereka masih balita. Pasukan Ratu Pratala Pritili gagal menculik mereka. Datuk Jenggot Putih dan Endatendut membawa mereka ke sekolah alam. Di sana para balita ini dididik menjadi manusia Indonesia..
            Pada akhirnya para balita ini memukul mundur pasukan Ratu Pratala Pritili. Ratu Pratala Pritili semakin bad mood dan pusing pusing pusing.





BULAN JUNI 2012

  1. Pameran Seni Rupa
“URBAN STREET ART
REPUBLIK RUPA II “
Tanggal 01 s/d 16 Juni 2012 [Ruang Pameran Taman Budaya Sumatera Utara]
Kontak Person : Adie Damanik [085276875075], Yanal Desmond [081361244751]

Para pekarya yang mengikuti kegiatan pameran street art ini adalah Lambok, Adie damanik, Gery paulandika, Yanal Desmon, Hendra siahaan, Renjaya Siahaan, Maria, devha, Sutan Tobing, redot ebe,rizal, benheri gultom, kombet, mangihut.
Kali ini Republik Rupa II yang mencoba Membangun semangat berkesenian perupa muda untuk menuangkan apresiasinya dibidang seni jalanan (street art) yang sedang digemari khususnya perupa muda kota medan dan sekitarnya. Pada Urban street art ini kembali Republik rupa mencoba menawarkan suatu acara yang lebih menarik dan mengundang semakin banyak para perupa muda dan penikmat seni jalanan dikota medan dan sekitarnya untuk menuangkan pemikiran, karya, talenta serta apresiasi. Sehingga menjadi wadah untuk berkarya, karna selama ini seni jalanan ini dianggap adalah seni yang illegal, dan dianggap mengotori dinding kota.
 Dan mencoba memberikan wacana yang baik tentang seni jalanan agar tidak di anggap seni yang mengotori dinding kota. Karna berkesenian dibidang rupa tidak dibatasi oleh media, ukuran, bahan, atau hanya mementingkan nilai jual dari suatu karya. pameran ini juga diharapkan dapat dinikmati para penikmat seni jalanan kota medan dan sekitarnya.


       3. TEATER RUMAH MATA, MONOLOG “ BRONCES “
Jum’at-Sabtu/ 8-9 Juni 2012
 di Taman Budaya Sumatera Utara
Pukul 15.30 wib dan 20.00 wib
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu], 081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden], 085359453017 [jhon siahaan]

Karya: Agus Susilo
Aktor: Maini Anggita Batubara
Synopsis:
Sumiati Muslimah namanya. Masih kelas dua SMA. Siswa paling pintar. Selalu mengerjakan shalat dan tak pernah bolos mengaji. Namun persahabatannya dengan Linda menjerumuskan ia ke dunia pelacuran.
Sumiati Muslimah menjadi PSK pelajar. Ia berganti nama menjadi Sindy. Dia tidak habis pikir alasan sahabat terdekatnya menjebaknya ke dunia pelacuran. Dia juga tidak  habis pikir mengapa ia begitu saja merelakan tubuhnya sebagai pemuas nafsu pria hidung belang. Dia tidak bisa berpikir lagi sehingga ia begitu menikmati tubuhnya diselami para pria.
Sumiati Muslimah kini menjadi liar. Ia dendam pada tubuhnya. Ia menghujat kecantikannya. Ia mengumpat nafsunya.  Namun di sekolah dia tetap sebagai juara. Ia begitu lihai menutupi aibnya.
Sepandai-pandai Sumiati Muslimah menutupi aibnya pada suatu ketika terbongkar juga. Para siswa lelaki di sekolahnya antre untuk menikmati tubuhnya. Begitu juga guru-guru, pejabat dan pengusaha di kota tempat ia menetap. Sumiati Muslimah kelabakan. Setangguh-tangguhnya ia pasti tidak mampu melayani seluruh lelaki yang ada di kotanya. Ia tetap ingin sekolah. Akhirnya ia menemukan satu cara untuk menghindari para lelaki.
Sumiati Muslimah berubah jadi Sumpeno.



  1. OPERA BATAK “ OPERA DANAU TOBA “
23 Juni 2012
Pertunjukan Pertama 1            : 15.00 wib s/d 14.30 wib [ Class Pelajar ]
Pertunjukan Kedua 2              : 19.30 wib s/d 21.30 wib [ Class Umum ]
Convention Hall Hotel Tiara atau Gedung Utama Taman Budaya Sumatera Utara
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu], 081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden], 085359453017 [jhon siahaan]

Dipersembahkan oleh : Pusat Latihan Opera Batak [PLOt] Pematangsiantar

Sinopsis


  1. Teater Rumah Mata, Monolog “ KUPU-KUPU”
(Terinspirasi Novel Bintang Anak Tuhan karya Kirana Kejora)
Jum’at-Sabtu/ 29-30 Juni 2012
di Taman Budaya Sumatera Utara
Pukul: 15.30 Wib dan 20.00 wib
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu], 081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden], 085359453017 [jhon siahaan]

Karya: Agus Susilo
Aktor: Ade Amelia Sari
Sinopsis:
            Bintang Maharani, bocah lugu yang tidak pernah tahu kalau dirinya kini berayun-ayun di taring maut. Ia mengidap HIV AIDS sejak dalam kandungan, warisan ayahnya. Dia tidak pernah tahu itu.
            Bintang Maharani hanya tahu kalau ibundanya sangat menyayanginya. Karena rasa sayang itu Bintang Maharani kini tidak sekolah lagi, tidak mengaji lagi, dan ia pun menjauhi teman-temannya. Ibundanya takut Bintang Maharani capek dan penyakitnya kambuh. Bocah lugu itu kini tumbuh di rumah tepatnya di kamar mungilnya. Ia diisolasi.
            Bintang Maharani menerima kenyataan ini karena ia tidak mau melihat ibunda sedih. Toh, ia masih bisa belajar dengan guru imajinasinya, bermain dengan teman imajinasinya juga. Mahluk-mahluk imajinasinya itulah yang selalu membantu ketika penyakit Bintang Maharani kambuh. Mereka selalu menghibur, memotivasi bocah lugu ini ketika sedih. Kesunyian itu menjadi ramai.
            Salah satu teman imajinasi yang setia mendengar curahan hati Bintang adalah kupu-kupu. Maka wajah Bintang maharani selalu cerah ketika pagi tiba. Ketika ia membuka jendela maka terbentanglah keindahan kupu-kupu yang riang menari. Namun, hari itu Bintang maharani tidak melihat kupu-kupu itu.
            Sejak saat itu kesehatan bocah ini menurun drastis. Ketika posisi tubuh Bintang Maharani tepat di ujung taring maut. Kupu-kupu itu muncul bersama ribuan kupu-kupu lainnya membawa Bintang Maharani terbang ke bintang-bintang.



BULAN JULI


  1. WARUNG DISKUSI BERSAMA
7 Juli 2012
Ruang Taman Budaya Sumatera Utara
Pukul 15.00 wib
Narasumber :

  1. TEATER RUMAH MATA, MONOLOG “ AURAT “
Jum’at-Sabtu/ 13-14 Juli 2012
di Taman Budaya Sumatera Utara
Pukul: 15.30 Wib dan 20.00 wib.
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu], 081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden], 085359453017 [jhon siahaan]

Karya: Agus Susilo
Aktor: Nurul Eka Syahfitri
Sinopsis:
Anak perempuan yang mencari makna hakekat aurat perempuan. Ia cari di permen, di es krim, di kerupuk dan di mainan-mainan. Ia hanya menemukan kelezatan yang menipu.
Anak perempuan ini tak patah arang. Ia kemudian bergoyang di pucuk-pucuk daun. Goyangan itu hanya menemukan angin yang tak jelas semilirnya. Lalu ia menjadi puteri duyung di dasar kolam. Tubuhnya menggigil kedinginan. Kemudian ia bergabung dalam barisan semut. Kulitnya gatal-gatal
Karena bosan mencari aurat, ia ia memisah-misahkan anggota tubuhnya. Setiap anggota tubuhnya merasa berhak menjadi aurat. Masing-masing berpikir untuk menjadi yang terhormat. Anak perempuan ini makin keblinger.
Di puncak kebingungan ia memutuskan bersembunyi dalam pikirannya.


BULAN AGUSTUS [RAMADHAN]


BULAN SEPTEMBER


  1. TEATER RUMAH MATA, MONOLOG  “ CILUKBA”
Sabtu-Minggu/ 1-2 September 2012
 Sanggar Tari Taman Budaya Sumatera Utara
Pukul: 15.00 wib.
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu], 081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden], 085359453017 [jhon siahaan]

Karya: Agus Susilo
Aktor: Audia Zahara , Siffa Azzahra Daulay, Azkia Mahira Putri
Sinopsis:
Anak balita yang mencoba memahami dunis sekitarnya. Segala tingkah ia lakukan. Semua benda yang disentuhnya menjadi hidup. Ada-ada saja. Ternyata anak balita ini memiliki impian. Impiannya ialah dunia ini jadi arena bermain yang asyik.
Dapatkah terwujud?

  1. TEATER RUMAH MATA, MONOLOG “ BIBIR ‘
 Jum’at-Sabtu/ 21-22 September 2012
 Taman Budaya Sumatera Utara
Pukul: 15.30 wib dan 19.30 wib
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu], 081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden], 085359453017 [jhon siahaan]

Karya: Agus Susilo
Aktor: Lista Syahfitri Ginting
Sinopsis:
Bibir itu gerbangnya kata-kata. Sebagai gerbang ia harus kokoh, tegak dan sedap dipandang. Satu hal pula yang harus dimiliki gerbang, yaitu kunci. Gerbang tanpa kunci ibarat negara tanpa hukum. Begitulah….
Hal inilah yang terjadi pada bocah perempuan menjelang akhil baligh. Bibir menjadi dilema. Ia ingin nampak bibirnya menarik namun tak mampu mengendalikan kelincahan bibir yang mempesona. Bocah perempuan ini jadi serba salah.
Karena bingung ia biarkan bibirnya bergerak sesuka hati. Akibatnya bibir menjadi api. Orang-orang disekitarnya terbakar. Otomatis dirinya juga ikut terbakar.
Bocah perempuan ini berusaha memadamkan api itu. Lalu bibirnya pun ia remas-remas. Bibirnya ia kunci selama-lamanya.


BULAN OKTOBER


  1. TEATER RUMAH MATA, DRAMA ANAK  “ LASKAR KAKI AYAM “
 Jum’at-Sabtu/ 5-6 Oktober 2012
Ruang Teater Taman Budaya Sumatera Utara
Pukul: 15.30 wib dan 19.30 wib
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu], 081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden], 085359453017 [jhon siahaan]

Karya: Agus Susilo
Aktor: Ana Mariam, Rizky Wulandari, Ayu Lestari, Ade Amelia Sari, Nuraini, Dani, Nurul, Rizka, Rizky, Della, Dinda, Aldi, Ridho, Devi
Sinopsis:
            Anak-anak yang tumbuh di sarang preman. Mereka sudah terbiasa hidup dengan kekerasan. Di pinggiran kota Medan mereka berusaha berkembang secara wajar layaknya anak-anak seusia mereka. Mereka tidak mendapat pendidikan yang layak namun bukan berarti anak-anak ini menyerah. Mereka bersama-sama membuat tempat pendidikan sendiri. Mereka saling belajar dan mengajar secara mandiri.
            Kemudian mereka menyadari kalau ilmu tidak akan berkembang bila mereka tidak memiliki guru yang lebuh memahami makna ilmu. Kemudian mereka mencari guru. Seluruh kota Medan diubek-ubek untuk mencari guru yang bersedia mengajari. Namun tidak ada satu guru pun yang berani mengajari mereka karena sekolah mereka berada di sarang preman.
            Setelah berusaha tiada henti akhirnya mereka menemukan guru yang bersedia mengajari mereka walau tidak dibayar. Namun guru itu memilki syarat. Apa syaratnya ya?


2.   MACS : Medan Annual Choreographers Showcase

Pelaksanaan : 19 -21 Oktober 2012
Taman Budaya Sumatera Utara
Kontak Person : 08126514957 [Ars] 081361257934 [ojax manalu]



Perlunya forum kultural berskala nasional sebagai media menumbuhkembangkan semangat berkreasi, memberikan ruang berekspresi, memperluas aksesbilitas kesenian, sekaligus sebagai pembangunan peradaban budaya di tingkat regional, nasional maupun internasional.

TEMA
Melintas Batas Menjejak Langkah ke Depan

Materi Kegiatan :
Gelar Karya
Parade Koreografi : berpijak pada pola tradisi maupun non tradisi
WORKSHOP & DISKUSI
Menghadirkan Nara Sumber/Pakar/Pengamat/Kritikus Seni
 Membuka luas partisipasi aktif masyarakat, pelaku seni, pelajar dan mahasiswa.
FILM/DOKUMENTASI SENI
Pemutaran Film / Dokumentasi Pertunjukan Tari


BULAN NOVEMBER

  1. TEATER RUMAH MATA, MONOLOG “ 17+
 Jum’at-Sabtu/ 2-3 Nompember 2012
Taman Budaya Sumatera Utara
Pukul: 15.30 Wib dan 20.00 wib
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu], 081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden], 085359453017 [jhon siahaan]

Karya: Agus Susilo
Aktor: Rizky Wulandari
Sinopsis:
Gadis remaja yang merayakan ulang tahun ke 17. Perayaan yang menghebohkan. Pesta yang pastinya sangat meriah. Perayaan yang menandakan seseorang berkembang dari sosok bau kencur menjadi remaja dewasa. Itu seharusnya yang dirasakan Cheryl.
Namun kenyataan tak selalu patuh pada harapan. Orang-orang tercinta yang diharapkan hadir pada pesta perayaan ulang tahunnya tak ada yang muncul. Cheryl kecewa. Suasana pesta yang semula indah mendadak menjadi suram. Kemudian dia menghancurkan seluruh pernak pernik pesta. Ia frustasi.
 Di tengah hingar bingar pesta tanpa orang tercinta Cheryl memilih bunuh diri.

  1. WARUNG DISKSUSI BERSAMA “ 2013, Apa yang harus kita lakukan? “
10 November 2012
Ruang Pameran Taman Budaya Sumatera Utara
Pukul: 15.00 wib s/d 18.00 wib
Narasumber : Ojax Manalu,


  1. TEATER RUMAH MATA, MONOLOG “ BE DOLL ! “
 Jum,at-Sabtu/ 16-17 Nopember 2012
 di Taman Budaya Sumatera Utara
Pukul: 15.30 wib dan 20.00 wib
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu], 081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden], 085359453017 [jhon siahaan]

Karya: Agus Susilo
Aktor: Bella Vita Ardana
Sinopsis:
            Seluruh penduduk bumi 100% setuju kalau manusia berbeda dengan boneka. Namun apa jadinya bila manusia ingin menjadi boneka dan boneka bermimpi jadi manusia. Pasti hal itu tak mungkin terjadi. Namun manusia yang satu ini tetap ngotot jadi boneka, begitu pula boneka berharap secepatnya menjadi manusia.
            Manusia dan boneka ini memang tinggal dalam satu rumah. Setiap saat mereka saling mengagumi satu sama lain. Boneka mengagumi kemampuan manusia bisa tertawa, menangis, dan berekspresi mengikuti pikirannya. Manusia mengagumi boneka karena kelucuan, kepolosan dan tidak pernah marah diperlakukan bagaimanapun.
            Satu ide berhasil ditemukan boneka agar manusia itu mau memberikan potensi kemanusiaannya. Dan ide itu berhasil membuat manusia lupa diri.
            Seluruh penduduk bumi mungkin tidak percaya kalau manusia jadi boneka dan boneka jadi manusia. Itulah yang terjadi.


  1. TEATER RUMAH MATA, MONOLOG “ KITAB
Jum’at-Sabtu/ 31 Nopember dan 1 Desember 2012
di Taman Budaya Sumatera Utara
Pukul: 15.30 wib dan 20.00 wib
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu], 081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden], 085359453017 [jhon siahaan]

Karya: Agus Susilo
Aktor: Dian Alasta Selian
Sinopsis:
            Muslimah, wanita solehah memiliki daya intelektual di atas rata-rata. Ribuan buku telah ia hasilkan. Hingga berdirilah perpustakaan khusus karya-karyanya. Di perpustakaan itu Muslimah membangun dunianya.
            Perpustakaan yang bernyawa. Buku-buku yang mendiami perpustakaan itu saling berbagi kisah, menjalin cerita. Muslimah terhenyak ketika ia melihat dengan matanya sendiri buku-buku itu bisa bicara seperti manusia. Dia makin terheran-heran ketika seluruh buku di perpustakaan itu mencurahkan keluh kesah dan saling berbeda pendapat. Muslimah keteteran.
            Muslimah semakin jumpalitan ketika buku-buku di perpustakaan itu berlomba-lomba suaranya yang ingin didengar. Buku-buku itu saling menyerang untuk jadi pemenang. Prpustakaan menjadi heboh.
            Kehebohan itu semakin gila ketika seluruh buku bersatu menuntut Muslimah memberikan nyawanya kepada mereka. Mereka juga menginginkan bentuk tubuh Muslimah.
            Repot deh Muslimah.

BULAN DESEMBER

  1. TEATER RUMAH MATA, Monolog “ PELANGI ”
 Jum’at-Sabtu/ 7-8 Desember 2012
di Taman Budaya Sumatera Utara
Pukul: 15.30 wib dan 20.00 wib
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu], 081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden], 085359453017 [jhon siahaan]

Karya: Agus Susilo
Aktor: Ayu Lestari
Sinopsis:
            Ambisi memang indah. Namun keindahannya seperti pelangi. Jauh dan hanya fatamorgana dari fenomena alam. Dengan ambisi itulah bocah perempuan ini menjalani rutinitas hidupnya. Ia berpikir, tanpa ambisi manusia akan berhenti. Maka ia nyalakan seluruh ambisinya. Maka ia ubah bentuk tubuhnya, khas suaranya, cara berpikirnya demi meraih ambisinya. Bocah perempuan ini menjadi megah seperti mall-mall yang bersolek di jantung kota. Bocah perempuan ini menjadi pelangi di setiap mata yang menatapnya.
            Pada satu titik, bocah perempuan ini gemetar melihat perubahan dirinya. Tubuhnya mencair padahal ia bukan air. Kemudian ia menyusuri lorong-lorong pertanyaan yang  menyebabkan tubuhnya seperti itu. Rasa ingin tahunya bagai ular betina kelaparan. Mendesis, eksotis namun berbahaya. Ia kini menunggangi ambisi.
            Bocah perempuan itu kini cengap-cengap di kubangan keindahan dan kemegahan yang dibangunnya. Bukannya menjadi selebritis, malah bau amis.
.