airinarts.blogspot.com
“ Pekarya Sumut Bicara 2012 “
Sekapur Sirih
Pertunjukan kesenian di Medan dan Sumatera Utara
terus mempersembahkan karya – karya yang terinsipirasi dari berbagai hal
seperti berpijak pada akar budaya, instalasi kota, hiruk – pikuk politik
ataupun kemanusian. Itu semua kami persembahkan pada tahun 2012. Tahun 2012
berbicara lewat Pertunjukan Tari Tradisional, Tari Modern, Tari Contemporary, Teater
Modern, Teater Rakyat, Sastra, Musik Tradisional , World Musik, Pameran Seni Rupa, Pameran
Instalasi, Workshop, Diskusi yg kami namai Warung Diskusi Bersama dan juga
Pemutaran Film dalam pertunjukan tunggal atau festival. Mari datang ke Kota
Medan dan Sumatera Utara.
Jadwal
Events
BULAN FEBRUARY
- OBSERVASI
KOTA
04 – 05 February 2012
Dimulai pukul 08.00 Wib sampai 07.00 Wib
Tempat : Kota Medan
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu],
081396813204 [Sidra]
Keterangan : Tema Urban Art
Event ini diprioritaskan kepada pekarya Medan
Contemporary Arts Festival sebagai upaya mengadaptasi ruang – ruang social di
kota Medan yang nantinya dipertunjukan dalam pementasan pada tanggal 10-12 Mei
2012.
- KONSER
DE TRADISI “ONE LOVE FOR CULTURE”
24 February 2012
Pertunjukan Pertama : 15.00 wib s/d 14.30 wib [ Class Pelajar ]
Pertunjukan Kedua :
19.30 wib s/d 21.30 wib [ Class Umum ]
Guest Star : Solfigeo Choir, Irwansyah M.Pd,
Gomgom Aritonang
Gedung
Utama Taman Budaya Sumatera Utara
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu],
085762655111 [Brevin Tarigan]
Sinopsis: Sebuah Pertunjukan yang yang diaplikasi anak – anak
muda yang mencintai kebudayaan melaui
media musik, tari dan artistik (dekorasi ). Mengangkat sebuah kearifan lokal
yang tak semua anak – anak muda sebagai generasi penerus peduli akan itu. “ One
Love For Culture “ Sinabung ( Karo ) dan wilayah dataran tinggi lainnya yang
ada di Sumatera Utara memberikan banyak hal, baik itu Keindahannya, Sense
Indivindual dan mistis – mistis yang [percaya atau tidak percaya ] mempunyai
daya tarik tersendiri. Setiap dataran tinggi itu mempunyai cerita yang
diceritakan leluhur kita pada anda- anda sekalian.. Melalui alam yang dari dulu
selalu dekat dengan kita
BULAN MARET
- “
WARUNG DISKUSI BERSAMA “
02 Maret 2012
Pukul 15.00 Wib s/d 18.00 Wib
Ruangan Pameran Taman Budaya Sumatera
Jl Perintis Kemerdekaan No 33 Medan
Kontak Person : : 081361257934 [Ojax Manalu],
081396813204 [Sidra]
Tema Diskusi : “ De Tradisi Lewat Karya Tradisi “
Narasumber :
- Teater Rumah Mata, Monolog “ AYUN “
Pada Jum’at-Sabtu/ 9-10 Maret 2012 di Taman Budaya Medan,
pukul: 15.30 dan 20.00 wib.
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu],
081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden]
Karya: Agus Susilo
Aktor: Sidratul Muntaha
Sinopsis:
Pernikahannya
diusik oleh pikirannya sendiri. Keyakinan dan kebimbangan silih berganti
memburunya. Hasil pernikahan yang disimboliskan dengan bayi-bayi diayun dalam
ayunan melahirkan kebahagiaan sekaligus kecemasan. Kondisi psikisnya semakin
menggelinjang ketika masa lalu, masa depan dan masa kini bertubrukan di
pikirannya. Di satu sisi ia kecewa dengan hasil pernikahannya. Di sisi lain ia bahagia dengan keberaniannya
memutuskan menikah. Ia terombang-ambing dengan konswekensi perbuatannya.
Begitu
cintanya ia terhadap sang suami hingga rela meleburkan seluruh tubuhnya dalam
alam pikiran suaminya. Walau karena cita-cita sang suami pergi meninggalkannya.
Ia tetap setia pada janji pernikahan. Ia tetap yakin kalau pernikahan itu akan
mendatangkan masa depan yang gemilang. Walau ribuan penderitaan menyusup ke
setiap sel tubuhnya.
Tokoh
perempuan terus maju mengejar
cita-cita.Ia korbankan seluruhnya. Kepala jadi kaki, kaki jadi kepala.
Tubuhnya membelit dirinya. Ia kelabakan mengontrol imajinya. Bayi-bayi pun
terus bergerak hendak melompat dari ayunan. Ia tetap berjuang mengejar
cita-citanya; menjadi orang Indonesia Tulen.
Dalam
ada dan tiadanya, tokoh perempuan ini menemukan nyala dibalik masa. Nyala yang
meneguhkan. Nyala yang membuat ia melangkah dengan kepala tegak menatap masa.
Nyala yang menyatukan pikiran dan tubuhnya.
- PERTUNJUKAN
OPERA BATAK “ MENCARI SIJONAHA “
24 Maret 2012
Pertunjukan Pertama : 15.00 wib s/d 14.30 wib [ Class Pelajar ]
Pertunjukan Kedua :
19.30 wib s/d 21.30 wib [ Class Umum ]
Aula Universitas Nommensen Pematangsiantar
Jalan : Sangnawaluh No Pematangsiantar
Dipersembahkan oleh : Pusat Latihan Opera Batak
[PLOt] Pematangsiantar
Kontak Person : 08126398337 [Andi Hutagalung],
085359453017 [Jhon Fawer Siahaan]
Sinopsis
Inang sudah lama bertanya-tanya ke mana arah kepergian
Sijonaha. Namun setiap malam Inang hanya dapat melantunkan doding Simalungunya
untuk melupakan rindu kepada anak angkatnya itu. Tapi terkadang Inang rindu
juga mendengarkan kecapi Sijonaha dan berharap kembali dengan suara kecapi itu
untuk kebersihan sawah dan ladangnya. Dia mencoba menceritakan diri Sijonaha
ketika malam sudah mulai larut sambil meneruskan pekerjaannya membentuk
keranjang bambu.
... Sewaktu pagi
dua orang datang ke rumah Inang membawa kabar tentang Sijonaha. Inang dengan
pakaian setengah dada terburu menyambut keduanya. Sambil menghempangkan tikar Inang
terus bertanya-tanya atas kedatangan kedua orang itu. Satu berasal dari Siantar
dan satu lagi berasal dari Medan. Rupanya mereka berdua mendengar kabar
kematian Sijonaha dengan berbagai versi.
Kabar kematian Sijonaha membuat Inang bertambah
sedih. Meskipun terkadang tidak yakin kalau Sijonaha sudah . Keduanya diminta
untuk mencari Sijonaha. Inang memberikan ciri-ciri Sijonaha kalau mungkin masih
hidup. Tapi kalau benar-benar sudah mati tempatnya dikubur harus ditemukan.
Maka dalam pencarian kedua orang itu banyak hal ditemukan cerita tentang
Sijonaha. Keduanya mencoba menyisir kemungkinan ke wilayah Simalungun dan
perbatasan. Setelah mendengar ceritanya berkembang, mereka pergi juga ke
Samosir dan terkecoh mengejar kabar Sijonaha berada di Sidikalang dan
Kabanjahe. Orang-orang yang mereka temui ada mirip-miripnya dengan ciri dan
perilaku Sijonaha. Lalu keduanya tanpa sadar berperilaku seperti Sijonaha
sebelum menemukan yang asli, seorang penipu.
Pertunjukan ini juga akan dipentaskan di :
Lampung, 27- 31 Maret 2012
Jakarta, 2 April 2012
Bandung, 4 April 2012
Yogyakarta, 6 April 2012
Solo, 8 April 2012
BULAN APRIL
- TEATER
RUMAH MATA, DRAMA ANAK “ SUPER
PANCA “
14 April 2012
Pukul : 15.00 Wib
Alamat : di Cengkeh Turi Binjai
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu],
081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden], 085359453017 [jhon fawer siahaan]
Episode: Para Balita Pemberani
Karya: Agus Susilo
Aktor: Devi Armaya Lestari, Siti Mashita Lubis,
Nur. M. arif Bila, Miftahul Jannah, M. Hidayah nur Dinata, Mu’ammar arya Sandy,
Nurul Eka syahfitri, Bella Vita ardana, Juniarni tri atika, Tasya popi dwi
ananda, Siffa azzahra, Audya Zahara, Azkia Mahira putri, Reno Agustira, Sabili
huda al-furqan, Tista rasya Octavia, sara wayuni, trya hasanah, Adam
Sinopsis:
Ratu
Pratala Pritili sebagai simbolisasi kekuatan asing bahagia karena hampir
seluruh rencananya menguasai pikiran penduduk nusantara berhasil diwujudkan,
terutama anak-anak. Namun dibalik kebahagiaannya itu ada hal yang membuatnya
tidak bisa tidur nyenyak; kemunculan Super Panca. Akhirnya dia mengutus
pasukannya untuk mencari Super Panca dan menghabisinya.
Di
suatu sekolah, murid-muridnya mengalami krisis karakter. Mereka tidak suka
belajar Pancasila, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan memahami Sumpah Pemuda.
Hampir seluruh muridnya mogok belajar! Namun,
masih ada seorang murid yang memiliki karakter kuat, yaitu Maysarah. Dia
optimis ada harapan di masa depan untuk mengatasi krisis karakter penduduk
Indonesi, terutama anak-anak.
Benih-benih
Super Panca muncul dari sebuah dusun yang jauh. Mereka masih balita. Pasukan
Ratu Pratala Pritili gagal menculik mereka. Datuk Jenggot Putih dan Endatendut
membawa mereka ke sekolah alam. Di sana para
balita ini dididik menjadi manusia Indonesia..
Pada
akhirnya para balita ini memukul mundur pasukan Ratu Pratala Pritili. Ratu
Pratala Pritili semakin bad mood dan pusing pusing pusing.
- PERTUNJUKAN TEATER TARI “
INOVASI 3 – 2012 “
Dipersembahkan oleh : ARS
DANCE TEATER
20-21 April 2012
Pertunjukan Pertama 1 & 3 : 15.00 wib s/d 14.30 wib [ Class Pelajar ]
Pertunjukan Kedua 2 & 4 : 19.30 wib s/d 21.30 wib [ Class Umum ]
Gedung
Utama Taman Budaya Sumatera Utara
Kontak Person : 08126514957 [Ars] 081361257934
[ojax manalu]
Sinopsis
Sebagaimana
di beberapa kota besar lain di Indonesia, Medan merupakan kota metropolitan di
mana masyarkat urban menjadi salah satu elemen penting bagi pertumbuhan social
dan budyayanya. Beragam kesenian sebagai bentuk ekspresi komunal masyarakat
etnik maupun sub etnik yang tumbuh dan berkembang, merupakan sebuah potensi
yang sangat luar biasa dari sisi keragaman kultural.
Keberlanjutan seni tari tradisi sebagai bentuk pewarisan
kreativitas “masa lalu” berjalan seiring dengan perkembangan jaman. Namun di
sisi lain, dunia kreiativitas “kekinian” di Medan bagai menyusuri lorong yang
sunyi dan lenggang. Benarkah dinamika kreativitas tari di Medan tidak tumbuh?
Pada kenyataannya menikmati pertunjukan atau aktivitas yang merujuk dan
mengakomodir aspek kreativitas “kekinian” merupakan sebuah kemewahan.
Ars Dance Theatre mencoba dan memberikan ruang dan peluang
apresiasi itu dengan menggelar kembali “INOVASI 3 - 2012”. Dalam pergelaran
ini, Ars Dance Theatre akan menampilkan tiga karya tari inovatif, antara lain Kakikukakukepakulagi,
“Nande” dan Ompu i yang ditampilkan dalam bentuk teater tari. Illustrasi
musik digarap oleh Brevin Tarigan bersama kelompok D’Tradisi. Produksi
pementasan ini secara serius akan ditangani oleh Ojak Manalu bersama kelompok
Air in Art.
3.
WARUNG
DISKUSI BERSAMA “ Melirik Event Tari Di Medan “ Medan Annual Choregrafer
Showcase 2012]
28 April 2012
Ruang Pameran Taman Budaya Sumatera Pukul 15.00 Wib
Narasumber : M Suwarsono S.Sn,
BULAN MEI 2012
- PEMBUKAAN PAMERAN SENI RUPA (MEDAN CONTEMPORARY
ARTS FESTIVAL II 2012)
5 Mei 2012
Ruang Pameran Taman Budaya Sumatera Utara
Pukul : 17.00 Wib s/d selesai
- MEDAN CONTEMPORARY ARTS FESTIVAL II
2012
10-12 Mei 2012
Tempat
: Arena Taman Budaya Sumatera Utara
Kontak Person : Kontak Person : 081361257934 [Ojax
Manalu], 081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden], 085359453017 [jhon
siahaan]
Tema :
Urban Art
Materi
Kegiatan :
Gelar Karya
Parade
Teater,Musik, Tari,Sastra,Rupa,Contemporaryi
WORKSHOP
& DISKUSI
Menghadirkan
Nara Sumber/Pakar/Pengamat/Kritikus Seni
Membuka luas partisipasi aktif masyarakat,
pelaku seni, pelajar dan mahasiswa.
FILM/DOKUMENTASI
SENI
Pemutaran
Film / Dokumentasi Pertunjukan Contemporary
- Teater Rumah Mata, Monolog “ DADA”
Jum’at-Sabtu/ 18-19
Mei 2012
di Taman Budaya
Sumatera Utara
Pukul: 15.30 dan 20.00 wib
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu],
081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden], 085359453017 [jhon siahaan]
Karya: Agus Susilo
Aktor: Nuraini
Sinopsis:
Anak perempuan yang
kebingungan melihat kondisi tubuhnya tidak ada perubahan padahal dia telah
mengalami menstruasi. Sejauh yang dia ketahui dari ibu, nenek, paman, bibi dan
kerabat lainnya bila perempuan telah menstruasi maka tubuhnya juga akan
mengalami perubahan. Untuk menghilangkan rasa penasaran, ia pun memperhatikan
dada emak, kakak, nenek, dan saudara-saudara perempuannya. Hal itu malah
membuat rasa penasarannya semakin meningkat. Tak ada yang bisa memuaskan rasa
ingin tahunya perihal dadanya yang tetap rata.
Dia kemudian melihat
para selebritis dengan dada yang aneh di televisi. Dia kemudian melakukan berbagai
macam cara agar dadanya dapat berubah seperti yang dimilki para selebritis
tersebut. Seluruh informasi diubek-ubek olehnya. Dia menjadi perempuan aneh.
Orang-orang yang melihatnya pun menganggap anak perempuan ini sudah sinting.
Melihat kondisi ini anak perempuan itu pun kehilangan kendali. Dia mengumpat
setiap dada. Dia menjadi minder.
Dia stress.. Dia tidak mau menstruasi lagi.
- TEATER
RUMAH MATA, DRAMA ANAK “ SUPER
PANCA “
31 Mei 2012
Pukul : 15.00 Wib
Sanggar Tari Taman Budaya Sumatera Utara
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu],
081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden], 085359453017 [jhon siahaan]
Episode: Para Balita Pemberani
Karya: Agus Susilo
Aktor: Devi Armaya Lestari, Siti Mashita Lubis,
Nur. M. arif Bila, Miftahul Jannah, M. Hidayah nur Dinata, Mu’ammar arya Sandy,
Nurul Eka syahfitri, Bella Vita ardana, Juniarni tri atika, Tasya popi dwi
ananda, Siffa azzahra, Audya Zahara, Azkia Mahira putri, Reno Agustira, Sabili
huda al-furqan, Tista rasya Octavia, sara wayuni, trya hasanah, Adam
Sinopsis:
Ratu
Pratala Pritili sebagai simbolisasi kekuatan asing bahagia karena hampir
seluruh rencananya menguasai pikiran penduduk nusantara berhasil diwujudkan,
terutama anak-anak. Namun dibalik kebahagiaannya itu ada hal yang membuatnya
tidak bisa tidur nyenyak; kemunculan Super Panca. Akhirnya dia mengutus
pasukannya untuk mencari Super Panca dan menghabisinya.
Di
suatu sekolah, murid-muridnya mengalami krisis karakter. Mereka tidak suka
belajar Pancasila, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan memahami Sumpah Pemuda.
Hampir seluruh muridnya mogok belajar! Namun,
masih ada seorang murid yang memiliki karakter kuat, yaitu Maysarah. Dia
optimis ada harapan di masa depan untuk mengatasi krisis karakter penduduk
Indonesi, terutama anak-anak.
Benih-benih
Super Panca muncul dari sebuah dusun yang jauh. Mereka masih balita. Pasukan
Ratu Pratala Pritili gagal menculik mereka. Datuk Jenggot Putih dan Endatendut
membawa mereka ke sekolah alam. Di sana para
balita ini dididik menjadi manusia Indonesia..
Pada
akhirnya para balita ini memukul mundur pasukan Ratu Pratala Pritili. Ratu
Pratala Pritili semakin bad mood dan pusing pusing pusing.
BULAN JUNI 2012
- Pameran Seni Rupa
“URBAN STREET ART
REPUBLIK RUPA II “
Tanggal 01 s/d 16 Juni 2012 [Ruang Pameran Taman
Budaya Sumatera Utara]
Kontak Person : Adie Damanik [085276875075], Yanal
Desmond [081361244751]
Para pekarya yang mengikuti kegiatan pameran street art ini adalah Lambok, Adie
damanik, Gery paulandika, Yanal Desmon, Hendra siahaan, Renjaya Siahaan, Maria,
devha, Sutan Tobing, redot ebe,rizal, benheri gultom, kombet, mangihut.
Kali ini Republik Rupa II yang mencoba Membangun semangat berkesenian perupa
muda untuk menuangkan apresiasinya dibidang seni jalanan (street art) yang
sedang digemari khususnya perupa muda kota medan dan sekitarnya. Pada Urban
street art ini kembali Republik rupa mencoba menawarkan suatu acara yang lebih
menarik dan mengundang semakin banyak para perupa muda dan penikmat seni
jalanan dikota medan dan sekitarnya untuk menuangkan pemikiran, karya, talenta
serta apresiasi. Sehingga menjadi wadah untuk berkarya, karna selama ini seni
jalanan ini dianggap adalah seni yang illegal, dan dianggap mengotori dinding
kota.
Dan mencoba memberikan wacana yang baik
tentang seni jalanan agar tidak di anggap seni yang mengotori dinding kota.
Karna berkesenian dibidang rupa tidak dibatasi oleh media, ukuran, bahan, atau
hanya mementingkan nilai jual dari suatu karya. pameran ini juga diharapkan
dapat dinikmati para penikmat seni jalanan kota medan dan sekitarnya.
3. TEATER RUMAH MATA, MONOLOG “ BRONCES “
Jum’at-Sabtu/ 8-9 Juni 2012
di Taman Budaya
Sumatera Utara
Pukul 15.30 wib dan 20.00 wib
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu],
081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden], 085359453017 [jhon siahaan]
Karya: Agus Susilo
Aktor: Maini Anggita Batubara
Synopsis:
Sumiati Muslimah
namanya. Masih kelas dua SMA. Siswa paling pintar. Selalu mengerjakan shalat
dan tak pernah bolos mengaji. Namun persahabatannya dengan Linda menjerumuskan
ia ke dunia pelacuran.
Sumiati Muslimah
menjadi PSK pelajar. Ia berganti nama menjadi Sindy. Dia tidak habis pikir
alasan sahabat terdekatnya menjebaknya ke dunia pelacuran. Dia juga tidak habis pikir mengapa ia begitu saja merelakan
tubuhnya sebagai pemuas nafsu pria hidung belang. Dia tidak bisa berpikir lagi
sehingga ia begitu menikmati tubuhnya diselami para pria.
Sumiati Muslimah kini
menjadi liar. Ia dendam pada tubuhnya. Ia menghujat kecantikannya. Ia mengumpat
nafsunya. Namun di sekolah dia tetap sebagai
juara. Ia begitu lihai menutupi aibnya.
Sepandai-pandai Sumiati
Muslimah menutupi aibnya pada suatu ketika terbongkar juga. Para
siswa lelaki di sekolahnya antre untuk menikmati tubuhnya. Begitu juga
guru-guru, pejabat dan pengusaha di kota
tempat ia menetap. Sumiati Muslimah kelabakan. Setangguh-tangguhnya ia pasti
tidak mampu melayani seluruh lelaki yang ada di kotanya. Ia tetap ingin
sekolah. Akhirnya ia menemukan satu cara untuk menghindari para lelaki.
Sumiati Muslimah
berubah jadi Sumpeno.
- OPERA BATAK “ OPERA DANAU TOBA “
23 Juni 2012
Pertunjukan Pertama 1 : 15.00 wib s/d 14.30 wib [ Class Pelajar ]
Pertunjukan Kedua 2 : 19.30 wib s/d 21.30 wib [ Class Umum ]
Convention Hall Hotel Tiara atau Gedung Utama
Taman Budaya Sumatera Utara
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu],
081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden], 085359453017 [jhon siahaan]
Dipersembahkan oleh : Pusat Latihan Opera Batak
[PLOt] Pematangsiantar
Sinopsis
- Teater Rumah Mata, Monolog “
KUPU-KUPU”
(Terinspirasi Novel Bintang Anak Tuhan karya
Kirana Kejora)
Jum’at-Sabtu/ 29-30 Juni 2012
di Taman Budaya Sumatera Utara
Pukul: 15.30 Wib dan 20.00 wib
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu],
081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden], 085359453017 [jhon siahaan]
Karya: Agus Susilo
Aktor: Ade Amelia Sari
Sinopsis:
Bintang
Maharani, bocah lugu yang tidak pernah tahu kalau dirinya kini berayun-ayun di
taring maut. Ia mengidap HIV AIDS sejak dalam kandungan, warisan ayahnya. Dia
tidak pernah tahu itu.
Bintang
Maharani hanya tahu kalau ibundanya sangat menyayanginya. Karena rasa sayang
itu Bintang Maharani kini tidak sekolah lagi, tidak mengaji lagi, dan ia pun
menjauhi teman-temannya. Ibundanya takut Bintang Maharani capek dan penyakitnya
kambuh. Bocah lugu itu kini tumbuh di rumah tepatnya di kamar mungilnya. Ia
diisolasi.
Bintang
Maharani menerima kenyataan ini karena ia tidak mau melihat ibunda sedih. Toh,
ia masih bisa belajar dengan guru imajinasinya, bermain dengan teman
imajinasinya juga. Mahluk-mahluk imajinasinya itulah yang selalu membantu
ketika penyakit Bintang Maharani kambuh. Mereka selalu menghibur, memotivasi
bocah lugu ini ketika sedih. Kesunyian itu menjadi ramai.
Salah
satu teman imajinasi yang setia mendengar curahan hati Bintang adalah
kupu-kupu. Maka wajah Bintang maharani selalu cerah ketika pagi tiba. Ketika ia
membuka jendela maka terbentanglah keindahan kupu-kupu yang riang menari.
Namun, hari itu Bintang maharani tidak melihat kupu-kupu itu.
Sejak
saat itu kesehatan bocah ini menurun drastis. Ketika posisi tubuh Bintang
Maharani tepat di ujung taring maut. Kupu-kupu itu muncul bersama ribuan
kupu-kupu lainnya membawa Bintang Maharani terbang ke bintang-bintang.
BULAN JULI
- WARUNG DISKUSI BERSAMA
7 Juli 2012
Ruang Taman Budaya
Sumatera Utara
Pukul 15.00 wib
Narasumber :
- TEATER RUMAH MATA, MONOLOG “ AURAT “
Jum’at-Sabtu/ 13-14 Juli 2012
di Taman Budaya Sumatera Utara
Pukul: 15.30 Wib dan 20.00 wib.
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu],
081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden], 085359453017 [jhon siahaan]
Karya: Agus Susilo
Aktor: Nurul Eka Syahfitri
Sinopsis:
Anak perempuan yang
mencari makna hakekat aurat perempuan. Ia cari di permen, di es krim, di
kerupuk dan di mainan-mainan. Ia hanya menemukan kelezatan yang menipu.
Anak perempuan ini tak
patah arang. Ia kemudian bergoyang di pucuk-pucuk daun. Goyangan itu hanya
menemukan angin yang tak jelas semilirnya. Lalu ia menjadi puteri duyung di
dasar kolam. Tubuhnya menggigil kedinginan. Kemudian ia bergabung dalam barisan
semut. Kulitnya gatal-gatal
Karena bosan mencari
aurat, ia ia memisah-misahkan anggota tubuhnya. Setiap anggota tubuhnya merasa
berhak menjadi aurat. Masing-masing berpikir untuk menjadi yang terhormat. Anak
perempuan ini makin keblinger.
Di puncak kebingungan
ia memutuskan bersembunyi dalam pikirannya.
BULAN AGUSTUS
[RAMADHAN]
BULAN SEPTEMBER
- TEATER RUMAH
MATA, MONOLOG “ CILUKBA”
Sabtu-Minggu/ 1-2 September 2012
Sanggar Tari Taman
Budaya Sumatera Utara
Pukul: 15.00 wib.
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu], 081396813204
[Sidra],082267098191 [ganden], 085359453017 [jhon siahaan]
Karya: Agus Susilo
Aktor: Audia Zahara , Siffa Azzahra Daulay, Azkia
Mahira Putri
Sinopsis:
Anak balita yang
mencoba memahami dunis sekitarnya. Segala tingkah ia lakukan. Semua benda yang
disentuhnya menjadi hidup. Ada-ada saja. Ternyata anak balita ini memiliki
impian. Impiannya ialah dunia ini jadi arena bermain yang asyik.
Dapatkah terwujud?
- TEATER RUMAH
MATA, MONOLOG “ BIBIR ‘
Jum’at-Sabtu/ 21-22
September 2012
Taman Budaya Sumatera
Utara
Pukul: 15.30 wib dan 19.30 wib
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu],
081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden], 085359453017 [jhon siahaan]
Karya: Agus Susilo
Aktor: Lista Syahfitri Ginting
Sinopsis:
Bibir itu gerbangnya
kata-kata. Sebagai gerbang ia harus kokoh, tegak dan sedap dipandang. Satu hal
pula yang harus dimiliki gerbang, yaitu kunci. Gerbang tanpa kunci ibarat
negara tanpa hukum. Begitulah….
Hal inilah yang terjadi
pada bocah perempuan menjelang akhil baligh. Bibir menjadi dilema. Ia ingin
nampak bibirnya menarik namun tak mampu mengendalikan kelincahan bibir yang
mempesona. Bocah perempuan ini jadi serba salah.
Karena bingung ia
biarkan bibirnya bergerak sesuka hati. Akibatnya bibir menjadi api. Orang-orang
disekitarnya terbakar. Otomatis dirinya juga ikut terbakar.
Bocah perempuan ini
berusaha memadamkan api itu. Lalu bibirnya pun ia remas-remas. Bibirnya ia
kunci selama-lamanya.
BULAN OKTOBER
- TEATER RUMAH MATA, DRAMA
ANAK “ LASKAR KAKI AYAM “
Jum’at-Sabtu/ 5-6
Oktober 2012
Ruang Teater Taman Budaya Sumatera Utara
Pukul: 15.30 wib dan 19.30 wib
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu],
081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden], 085359453017 [jhon siahaan]
Karya: Agus Susilo
Aktor: Ana Mariam, Rizky Wulandari, Ayu Lestari,
Ade Amelia Sari, Nuraini, Dani, Nurul, Rizka, Rizky, Della, Dinda, Aldi, Ridho,
Devi
Sinopsis:
Anak-anak
yang tumbuh di sarang preman. Mereka sudah terbiasa hidup dengan kekerasan. Di
pinggiran kota Medan mereka berusaha berkembang secara wajar
layaknya anak-anak seusia mereka. Mereka tidak mendapat pendidikan yang layak
namun bukan berarti anak-anak ini menyerah. Mereka bersama-sama membuat tempat
pendidikan sendiri. Mereka saling belajar dan mengajar secara mandiri.
Kemudian
mereka menyadari kalau ilmu tidak akan berkembang bila mereka tidak memiliki
guru yang lebuh memahami makna ilmu. Kemudian mereka mencari guru. Seluruh kota Medan
diubek-ubek untuk mencari guru yang bersedia mengajari. Namun tidak ada satu
guru pun yang berani mengajari mereka karena sekolah mereka berada di sarang
preman.
Setelah
berusaha tiada henti akhirnya mereka menemukan guru yang bersedia mengajari
mereka walau tidak dibayar. Namun guru itu memilki syarat. Apa syaratnya ya?
2.
MACS : Medan Annual Choreographers Showcase
Pelaksanaan : 19 -21 Oktober 2012
Taman Budaya Sumatera Utara
Kontak Person : 08126514957 [Ars] 081361257934
[ojax manalu]
Perlunya
forum kultural berskala nasional sebagai media menumbuhkembangkan semangat
berkreasi, memberikan ruang berekspresi, memperluas aksesbilitas kesenian,
sekaligus sebagai pembangunan peradaban budaya di tingkat regional, nasional
maupun internasional.
TEMA
Melintas
Batas Menjejak Langkah ke Depan
Materi
Kegiatan :
Gelar Karya
Parade
Koreografi : berpijak pada pola tradisi maupun non tradisi
WORKSHOP
& DISKUSI
Menghadirkan
Nara Sumber/Pakar/Pengamat/Kritikus Seni
Membuka luas partisipasi aktif masyarakat,
pelaku seni, pelajar dan mahasiswa.
FILM/DOKUMENTASI
SENI
Pemutaran
Film / Dokumentasi Pertunjukan Tari
BULAN NOVEMBER
- TEATER RUMAH
MATA, MONOLOG “ 17+ “
Jum’at-Sabtu/ 2-3 Nompember 2012
Taman Budaya Sumatera Utara
Pukul: 15.30 Wib dan 20.00 wib
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu],
081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden], 085359453017 [jhon siahaan]
Karya: Agus Susilo
Aktor: Rizky Wulandari
Sinopsis:
Gadis remaja yang
merayakan ulang tahun ke 17. Perayaan yang menghebohkan. Pesta yang pastinya
sangat meriah. Perayaan yang menandakan seseorang berkembang dari sosok bau
kencur menjadi remaja dewasa. Itu seharusnya yang dirasakan Cheryl.
Namun kenyataan tak
selalu patuh pada harapan. Orang-orang tercinta yang diharapkan hadir pada
pesta perayaan ulang tahunnya tak ada yang muncul. Cheryl kecewa. Suasana pesta
yang semula indah mendadak menjadi suram. Kemudian dia menghancurkan seluruh
pernak pernik pesta. Ia frustasi.
Di tengah hingar bingar pesta tanpa orang
tercinta Cheryl memilih bunuh diri.
- WARUNG DISKSUSI BERSAMA “ 2013, Apa
yang harus kita lakukan? “
10 November 2012
Ruang Pameran Taman Budaya Sumatera Utara
Pukul: 15.00 wib s/d 18.00 wib
Narasumber : Ojax Manalu,
- TEATER RUMAH
MATA, MONOLOG “ BE DOLL ! “
Jum,at-Sabtu/ 16-17
Nopember 2012
di Taman Budaya
Sumatera Utara
Pukul: 15.30 wib dan 20.00 wib
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu],
081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden], 085359453017 [jhon siahaan]
Karya: Agus Susilo
Aktor: Bella Vita Ardana
Sinopsis:
Seluruh
penduduk bumi 100% setuju kalau manusia berbeda dengan boneka. Namun apa
jadinya bila manusia ingin menjadi boneka dan boneka bermimpi jadi manusia.
Pasti hal itu tak mungkin terjadi. Namun manusia yang satu ini tetap ngotot
jadi boneka, begitu pula boneka berharap secepatnya menjadi manusia.
Manusia
dan boneka ini memang tinggal dalam satu rumah. Setiap saat mereka saling
mengagumi satu sama lain. Boneka mengagumi kemampuan manusia bisa tertawa,
menangis, dan berekspresi mengikuti pikirannya. Manusia mengagumi boneka karena
kelucuan, kepolosan dan tidak pernah marah diperlakukan bagaimanapun.
Satu
ide berhasil ditemukan boneka agar manusia itu mau memberikan potensi
kemanusiaannya. Dan ide itu berhasil membuat manusia lupa diri.
Seluruh
penduduk bumi mungkin tidak percaya kalau manusia jadi boneka dan boneka jadi
manusia. Itulah yang terjadi.
- TEATER RUMAH
MATA, MONOLOG “ KITAB
Jum’at-Sabtu/ 31 Nopember dan 1 Desember 2012
di Taman Budaya Sumatera Utara
Pukul: 15.30 wib dan 20.00 wib
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu],
081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden], 085359453017 [jhon siahaan]
Karya: Agus Susilo
Aktor: Dian Alasta Selian
Sinopsis:
Muslimah,
wanita solehah memiliki daya intelektual di atas rata-rata. Ribuan buku telah
ia hasilkan. Hingga berdirilah perpustakaan khusus karya-karyanya. Di
perpustakaan itu Muslimah membangun dunianya.
Perpustakaan
yang bernyawa. Buku-buku yang mendiami perpustakaan itu saling berbagi kisah,
menjalin cerita. Muslimah terhenyak ketika ia melihat dengan matanya sendiri
buku-buku itu bisa bicara seperti manusia. Dia makin terheran-heran ketika
seluruh buku di perpustakaan itu mencurahkan keluh kesah dan saling berbeda
pendapat. Muslimah keteteran.
Muslimah
semakin jumpalitan ketika buku-buku di perpustakaan itu berlomba-lomba suaranya
yang ingin didengar. Buku-buku itu saling menyerang untuk jadi pemenang.
Prpustakaan menjadi heboh.
Kehebohan
itu semakin gila ketika seluruh buku bersatu menuntut Muslimah memberikan
nyawanya kepada mereka. Mereka juga menginginkan bentuk tubuh Muslimah.
Repot
deh Muslimah.
BULAN DESEMBER
- TEATER RUMAH
MATA, Monolog “ PELANGI ”
Jum’at-Sabtu/ 7-8 Desember
2012
di Taman Budaya Sumatera Utara
Pukul: 15.30 wib dan 20.00 wib
Kontak Person : 081361257934 [Ojax Manalu],
081396813204 [Sidra],082267098191 [ganden], 085359453017 [jhon siahaan]
Karya: Agus Susilo
Aktor: Ayu Lestari
Sinopsis:
Ambisi
memang indah. Namun keindahannya seperti pelangi. Jauh dan hanya fatamorgana
dari fenomena alam. Dengan ambisi itulah bocah perempuan ini menjalani
rutinitas hidupnya. Ia berpikir, tanpa ambisi manusia akan berhenti. Maka ia
nyalakan seluruh ambisinya. Maka ia ubah bentuk tubuhnya, khas suaranya, cara
berpikirnya demi meraih ambisinya. Bocah perempuan ini menjadi megah seperti
mall-mall yang bersolek di jantung kota.
Bocah perempuan ini menjadi pelangi di setiap mata yang menatapnya.
Pada
satu titik, bocah perempuan ini gemetar melihat perubahan dirinya. Tubuhnya
mencair padahal ia bukan air. Kemudian ia menyusuri lorong-lorong pertanyaan
yang menyebabkan tubuhnya seperti itu.
Rasa ingin tahunya bagai ular betina kelaparan. Mendesis, eksotis namun
berbahaya. Ia kini menunggangi ambisi.
Bocah
perempuan itu kini cengap-cengap di kubangan keindahan dan kemegahan yang
dibangunnya. Bukannya menjadi selebritis, malah bau amis.
.