Rabu, 01 Februari 2012

REPUBLIK RUPA


URBAN STREET ART
REPUBLIK RUPA II
LATAR BELAKANG KEGIATAN
Pameran urban street art pada tanggal 26 juni sampai 3 juli 2011 di ruang pameran Taman Budaya Sumatera Utara Medan merupakan pameran yang memiliki tema menggores rupa membangun wacana. Acara pameran ini telah dilaksanakan dengan menampilkan karya-karya perupa muda yang biasa d kategorikan dengan beberapa jenis karya yakni : graffitty, mural, dan stencil. Pameran yang dibuka dengan kata sambutan oleh salah satu seniman kota medan yakni Togu Sinambela dari komunitas galeri Payung Teduh dilanjutkan dengan performance art dari komunitas grafitty ME&ART sebelum acara pameran dibuka, dibarengi oleh live performance music Disc jokie (DJ) oleh DJ Padsa dan DJ Deva , sehingga semakin membangkitkan semangat perupa muda. Setelah para penikmat seni jalanan (street art) memasuki ruangan pameran para penikmat seni juga dihibur oleh pertunjukan musik blues oleh Gery feat Givary Owny. Pameran dibuka selama satu minggu dan pameran ini juga mengadakan diskusi yang dibawakan oleh seniman atau yang biasa disebut sebagai sastrawan yakni Thompson Hs. Dan seniman kota medan Togu Sinambela tentang geliat seni jalanan di kota medan. Para pekarya yang mengikuti kegiatan pameran street art ini adalah Lambok, Adie damanik, Gery paulandika, Yanal Desmon, Hendra siahaan, Renjaya Siahaan, Maria, devha, Sutan Tobing, redot ebe,rizal, benheri gultom, kombet, mangihut.
Kali ini Republik Rupa II yang mencoba Membangun semangat berkesenian perupa muda untuk menuangkan apresiasinya dibidang seni jalanan (street art) yang sedang digemari khususnya perupa muda kota medan dan sekitarnya. Pada Urban street art ini kembali Republik rupa mencoba menawarkan suatu acara yang lebih menarik dan mengundang semakin banyak para perupa muda dan penikmat seni jalanan dikota medan dan sekitarnya untuk menuangkan pemikiran, karya, talenta serta apresiasi. Sehingga menjadi wadah untuk berkarya, karna selama ini seni jalanan ini dianggap adalah seni yang illegal, dan dianggap mengotori dinding kota. 

Sasaran dan target
Yang diharapkan dari pameran Republik rupa II ini adalah membangitkan potensi perupa muda untuk berkarya di bidangnya masing-masing. Dan mencoba memberikan wacana yang baik tentang seni jalanan agar tidak di anggap seni yang mengotori dinding kota. Karna berkesenian dibidang rupa tidak dibatasi oleh media, ukuran, bahan, atau hanya mementingkan nilai jual dari suatu karya. pameran ini juga diharapkan dapat dinikmati para penikmat seni jalanan kota medan dan sekitarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar